Ketika si kecil wortel bertemu dengan si coki tanah, dy tertegun.
"Coki", aku ingin kembali tenggelam ke badan mu, tapi akar ini rapuh, tak mampu berdiri. Akar ini hanya terlihat saja kokoh, terjulur, tapi tak lepas barang satupun keraguan pada titiknya. dan badanku, badanku yang kecil ini pun tak ukup mampu untuk dibopong.."
Coki berujar, kecil..
"bau harum tanah ini bercampur air adalah bau harum yang indah, bau yang juga ada pada separuh terjulurnya akarmu. jangan dibuang, jangan dibuat ragu. tapi yakinlah, meski rasanya hampa, kosong, keyakinan untuk kamu berdiri tegak itu pasti.
Pasti..
Maka jangan lihat bentuk mu yang kecil, tapi yakinkan kan akarmu tuk kokoh"
Note: dengan segenap hati,
membuktikan bahwa akar ini kokoh, lebih dari apapun yg selama ini tubuhku tahu.
"Coki", aku ingin kembali tenggelam ke badan mu, tapi akar ini rapuh, tak mampu berdiri. Akar ini hanya terlihat saja kokoh, terjulur, tapi tak lepas barang satupun keraguan pada titiknya. dan badanku, badanku yang kecil ini pun tak ukup mampu untuk dibopong.."
Coki berujar, kecil..
"bau harum tanah ini bercampur air adalah bau harum yang indah, bau yang juga ada pada separuh terjulurnya akarmu. jangan dibuang, jangan dibuat ragu. tapi yakinlah, meski rasanya hampa, kosong, keyakinan untuk kamu berdiri tegak itu pasti.
Pasti..
Maka jangan lihat bentuk mu yang kecil, tapi yakinkan kan akarmu tuk kokoh"
Note: dengan segenap hati,
membuktikan bahwa akar ini kokoh, lebih dari apapun yg selama ini tubuhku tahu.

Posting Komentar
Silahkan berkomentar..
Mohon untuk berkomentar dengan bahasa yang selayaknya..